Langkah Pemerintah Garap Platform e-Money Sendiri Dianggap Tepat

 Langkah Pemerintah Garap Platform e-Money Sendiri Dianggap Tepat


Berita Teknologi, Jakarta - Seperti diketahui, Kementerian BUMN memang ingin memiliki satu layanan keuangan berbasis elektronik (e-Money), yang bisa digunakan seluruh perusahaan BUMN.

Sebagai langkah awal, Kementerian BUMN akhirnya memutuskan untuk menggabungkan beberapa layanan fintech (financial technology) menjadi LinkAja. Adapun ujicoba pertama melibatkan layanan T-Cash milik Telkomsel.

Penggabungan layanan keuangan berbasis elektronik milik perusahaan dibawah Kementrian BUMN menjadi LinkAja, dinilai CFA Director of institutional Equity Sales CGS-CIMB Securities artika Sutandi, adalah langkah yang sangat baik.

Menurutnya, memang sudah seharusnya pemerintah hanya memiliki satu layanan keuangan berbasis elektronik.

Ambil contoh di Hongkong, pemerintah di sana cuma mengeluarkan satu kartu saja, yaitu yaitu Octopus Card untuk melayani masyarakat dan turis yang hendak menggunakan transportasi umum, berbelanja makanan, membeli tiket hiburan bahkan berbelanja. Di Singapura, pemerintah di sana juga memiliki satu kartu yaitu EZ-Link Card.

“Sudah saat pemerintah memilki universal payment system seperti LinkAja. Di negara lain Octopus dan Ez Card sudah ada sejak lama sekali dan di negara tersebut hanya ada satu. Di Indonesia e-Money baru ada beberapa tahun yang lalu dan semua bank mengeluarkannya," kata Kartika dalam keterangannya.

"Sebenarnya, universal payment system lebih bagus kalau dikeluarkan oleh pemerintah karena banyak data yang bisa di dapatkan dari penggunaan universal payment system ini, dan sudah seharusnya pemerintah memiliki data tersebut. Sehingga dengan memiliki satu perusahaan layanan keuangan berbasis digital, pemerintah dapat memiliki data keuangan serta behavior masyarakat dan turis yang datang,” tambahnya.

Akan Terjadi Efisiensi

 Langkah Pemerintah Garap Platform e-Money Sendiri Dianggap Tepat

Selain itu, dengan satu kartu yang dikeluarkan oleh pemerintah, menurut Kartika, akan terjadi efisiensi.

Pasalnya, perusahaan BUMN tak perlu mengeluarkan CAPEX yang besar dan tidak perlu saling ‘membakar’ uang.

Rencana LinkAja untuk masuk melayani pengguna jalan tol, transportasi publik milik negara, pembayaran BPJS dan SPBU Pertamina sudah sangat tepat.

“Jika penyedia layanan keuangan berbasis elektronik lainnya harus membakar uang untuk mendapatkan pengguna, LinkAja tidak perlu. Cukup dengan menjadi penyedia pembayaran di jalan tol, transportasi publik milik negara, BPJS dan SPBU Pertamina sudah sangat cukup. Masyarakat pasti akan menggunakan LinkAja. Pemerintah bisa membuat use case lebih mudah tanpa harus jor joran membakar duit,” papar Kartika.

Manfaat lainnya dari kehadiran LinkAja menurut Kartika adalah dapat dijadikan salah satu alat bagi pemerintah untuk menyalurkan dana bantuan baik itu bantuan langsung tunai maupun subsidi BBM.

Dengan menggunakan layanan LinkAja, pemerintah dapat membuat masyarakat yang tergolong unbanked menjadi banked.

Fitur LinkAja

 Langkah Pemerintah Garap Platform e-Money Sendiri Dianggap Tepat

Dengan demikian, kehadiran LinkAja bisa dipergunakan pemerintah untuk mengawasi penggunaan bantuan yang selama ini dikeluarkan pemerintah melalui dana APBN.

"Diharapkan, dengan adanya LinkAja, kebocoran anggaran subsidi dapat diminimalkan. Selain itu dengan adanya LinkAja pemerintah bisa membuat kebijakkan subsidi yang tepat bagi warga negaranya,” pungkas Kartika.

Saat ini, LinkAja memiliki berbagai fitur seperti bayar merchant, beli pulsa atau data, bayar beli di HP, belanja online dan berbagai uang.

Nanti, LinkAja juga bisa dipergunakan untuk melakukan pembayaran di jalan tol, MRT, LRT, SPBU Pertamina, BPJS, pembayaran PDAM serta mikro insurance.

Sehingga integrasi beragam layanan dari sisi teknologi dan perbankan akan semakin terwujud, akses masyarakat untuk menikmati fasilitas layanan unbanked juga akan semakin mudah, dengan dukungan kekuatan jaringan layanan telekomunikasi yang sudah terbukti kemampuannya dari keunggulan layanan T-Cash sebelumnya.

Share on Google Plus

About Anastasia

0 comments:

Posting Komentar