'Doktrin Xi' Tekad Militer Tiongkok untuk Kuasai Laut China Selatan Walau Harus Gunakan Nuklir

Tayangan oleh stasiun televisi pemerintah memperlihatkan saat dilakukan uji coba tank tanpa awak oleh militer China.

AGEN BOLAMenteri Pertahanan Nasional China Wei Fenghe melontarkan pernyataan keras kepada Amerika Serikat (AS).

Wei menyatakan China bakal menggunakan segala kemampuan mereka untuk mencapai kepentingan nasionalnya walau harus menyingkirkan AS sekalipun.

Hal ini disampikan Wei saat dilakukannya IISS Shangri-La Dialogue is Asia's premier defence summit di Singapura bulan lalu.

Mengutip National Interest, Jumat (14/6/2019) menurut Bradley A. Thayer, Profesor Ilmu Politik di Universitas Texas San Antonio, pernyataan itu ia umpamakan semacam Doktrin Xi, yakni semboyan bagi militer dan pemerintahan China untuk mendominasi Laut Cina Selatan.

Pejabat tinggi Cina yang menyatakan niat negara itu untuk menjadi lebih agresif.

Wei juga menegaskan dengan kepemimpinan Xi Jinping, China amat yakin bisa merebut hegemoni AS di laut China selatan.

Bahkan China siap sedia untuk berperang melawan Amerika Serikat dan antek-anteknya seperti Taiwan misalnya.

"Jika ada yang berani memisahkan Taiwan dari China, militer Tiongkok tidak punya pilihan selain harus pergi berperang, dan harus berjuang untuk penyatuan kembali tanah air dengan segala cara, bagaimanapun caranya (walau dengan bom nuklir)," tegas Wei.

Dalam Doktrin Xi, China menargetkan AS yang mereka sebut penyebab masalah utama dunia sehingga harus diusir dari Laut China Selatan.

Lioaning, kapal induk pertama China

Maka jelas bagi AS untuk melawan ekspansi China dengan segala kekuatan dan daya upaya maksimal.

Salah satu langkah awal AS ialah melarang produk Huawei berseliweran di negeri Paman Sam.

Namun bukan hanya itu, China bakal menghadapi tantangan berat dari Armada Ketujuh AS jika ingi mendominasi laut China selatan.

Share on Google Plus

About Anastasia

0 comments:

Posting Komentar