Gelombang Tinggi, Dua Kecelakaan Kapal Terjadi di Selat Bali

Kecelakaan kapal di Selat Bali

AGEN BOLABanyuwangi - Dua kecelakaan kapal terjadi di perairan Selat Bali, Banyuwangi, Jawa Timur lantaran terjadi gelombang laut yang tinggi. Tidak ada korban jiwa dalam dua kecelakaan ini.

Kapal Tunu Pratama Jaya 3888 dilaporkan bertabrakan dengan dengan KMP Jalur Nusa saat akan bersandar di Pelabuhan Ketapang, Jumat (31/5/2019) kemarin. Kecelakaan itu mengakibatkan kerusakan di lambung kapal KMP Tunu Pratama Jaya 3888 hingga robek sepanjang 1,5 meter.

"Tabrakan dekat dengan dermaga. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. (Tabrakan) sekitar jam 07.00 WIB pagi," ujar salah satu ABK kapal, Wahid.

Sementara itu, kecelakaan kedua juga terjadi akibat gelombang tinggi di Selat Bali. KMP Agung Samudra IV bergoyang dan mengakibatkan truk bernomor polisi AG 8958 DA yang bermuatan telur terguling.

Kapal tersebut sedianya akan bongkar muat di Pelabuhan Gilimanuk, Bali dari Pelabuhan ASDP Ketapang. Akibat gelombang tinggi, truk yang disopiri oleh Levianus Totawa itu akhirnya terguling pada sisi bagian kanan dan menyebabkan puluhan ton telur yang akan dikirim ke Bali tercecer di dek kapal.

Berdasarkan data BMKG Banyuwangi, Selat Bali masuk dalam perairan yang mendapatkan warning adanya angin kencang dan gelombang tinggi. Peringatan dini dikeluarkan sejak Jumat dini hari pukul 02.56 Wib. Di prediksi angin kencang dan gelombang tinggi ini terjadi hingga 3 Juni mendatang.

"Gelombang tinggi ini membuat kapal kesulitan sandar di dermaga. Ramdoor (pintu kapal) naik turun. Mobil harus menunggu ramdoor sejajar dengan dermaga," ujar Koordinator Basarnas Banyuwangi, Risky Putra Buana.

Cuaca ekstrem di Selat Bali ini terjadi sejak beberapa hari terakhir. Gelombang tinggi bisa mencapai 3 meter, sementara untuk angin kencang bisa terjadi hingga 20 knot.

Meski cuaca buruk terjadi di Selat Bali, namun hingga saat ini pihak syahbandar belum juga memberlakukan buka tutup pelabuhan. Suasana Pelabuhan ASDP Ketapang terpantau ramai lancar dipadati kendaraan pemudik yang terus berdatangan dari Pulau Bali.


Share on Google Plus

About Anastasia

0 comments:

Posting Komentar