Menlu Iran: Serangan terhadap 2 Kapal Tanker di Teluk Oman Mencurigakan

Sebuah foto yang diperoleh dari kantor berita Iran, ISNA, menunjukkan kondisi kapal tanker Front Altair milik Norwegia yang terbakar di perairan Teluk Oman, diduga akibat serangan torpedo, Kamis (13/6/2019).

AGEN BOLATeheran - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyebut insiden serangan terhadap dua kapal tanker di Teluk Oman pada Kamis (13/6/2019), sangat mencurigakan.

Terlebih, serangan yang diduga berasal dari torpedo itu terjadi pada hari yang sama dengan kunjungan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe untuk menemui para pemimpin Iran.

"Serangan yang dilaporkan terhadap kapal tanker Jepang terjadi saat PM Shinzo Abe bertemu dengan (Pemimpin Tertinggi) Ayatollah Ali Khamenei untuk pembicaraaan yang luas dan ramah."

"Kecurigaan tidak dimulai untuk menggambarkan apa yang mungkin terjadi pagi ini," tulis Javad Zarif dalam akun Twitter miliknya.

Abe bertemu dengan Khamenei pada Kamis pagi sebagai upaya untuk meredakan ketegangan yang tengah meningkat antara Iran dengan AS di wilayah Timur Tengah.

Sementara juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi menyampaikan keprihatinan atas serangan terhadap kapal tanker yang terjadi berbarengan dengan kunjungan PM Jepang ke Teheran.

"Serangan itu bertentangan dengan upaya regional dan trans-regional ke arah pengurangan ketegangan. Iran mendukung kerja sama dan pembicaraan di kawasan Timur Tengah," kata Mousavi.

Pada Kamis (13/6/2019), terjadi serangan yang menyasar dua buah kapal tanker di Teluk Oman.

Dua kapal tanker yang terkena serangan adalah kapal Kokuka Courageus, yang merupakan milik perusahaan Jepang, Kokuka Sangyo Ltd, serta kapal tanker Front Altair milik Norwegia.

Seluruh 44 awak kapal, termasuk 21 awak dari kapal Kokuka Courageous, dapat diselamatkan oleh Angkatan Laut Iran, dan saat ini telah aman di kota pelabuhan Bandar Abbas.

"Api yang membakar kapal Kokuka Courageous telah dapat dipadamkan," ujar kepala organisasi maritim dan pelabuhan Hormozgan, Allahmorad Afifipour dalam sebuah wawancara yang disiarkan di televisi pemerintah.

"Tetapi kami masih menilai apakah para kru aman untuk kembali ke kapal mereka," tambahnya.

Menurut media pemerintah Iran, kapal Front Altair membawa muatan berupa etanol yang diisi di Qatar dan akan menuju Taiwan, sedangkan Kokuka Courageous membawa metanol dari Arab Saudi menuju Singapura.

Share on Google Plus

About Anastasia

0 comments:

Posting Komentar