Polisi Geledah Rumah dan Sita Barang Bukti Milik Terduga Teroris yang Ditangkap di Solo

Petugas Densus 88 tengah berjaga di sekitar rumah terduga teroris di Kawasan Perumahan Kunciran Indah, Pinang, Tangerang, Banten, Rabu (16/05/2018). Sejumlah barang bukti dan tiga orang terduga teroris telah diamankan tim Densus 88 Antiteror Polri.

AGEN BOLASolo - Densus 88 menangkap seorang terduga teroris, Minggu (9/6/2019) siang.

Penangkapan tersebut berlangsung di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo.

Pelaku berinisial SR, merupakan warga RT 07 / RW 05 Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.

Selain melakukan penangkapan, Densus 88 juga melakukan olah TKP di rumah kontrakan SR sekitar pukul 19.00 WIB.

Dari olah TKP tersebut, petugas mengamankan sebuah telepon seluler merek Cross.

"Usai saya salat Isya, saya dijemput polisi untuk menyaksikan penggeledahan di rumah pak SR," ujar Supardi (54), Ketua RT setempat.

Supardi menyebut penggeledahan berlangsung cepat, sekitar 15 menit.

"Penggeledahan berlangsung cepat, sekitar 15 menit," katanya.

"Polisi mengatakan di rumahnya tidak ada apa-apa, cuma membawa HP merek cross," imbuhnya.

Sebelumnya, petugas juga mengamankan sepeda motor yang dikendarai oleh SR saat ditangkap.

Motor tersebut saat ini dibawa ke kantor Polsek Mojolaban, Sukoharjo.

"Saat penangkapan, polisi membawa motor SR, motornya Honda bebek, yang dibawa ke Polsek Mojolaban," jelasnya.

SR ditangkap sekitar pukul 13.15 WIB, di Jalan Tanggul di kawasan Desa Laban, Mojolaban, Sukoharjo saat hendak pergi ke rumah orang tuanya.

Diduga SR terlibat dalam jaringan terorisme.

Namun belum diketahui, apakah penangkapan SR ada kaitannya dengan bom yang meledak di Kartasura beberapa waktu lalu.

Kesehariannya, SR berjualan sandal dan pakaian di Pasar Klithikan, Solo.

"Kalau siang, biasanya bekerja di tempat sablon," kata Supardi.

Supardi tidak menduga warganya menjadi terduga teroris.

Meski demikian, ia mengakui ada perubahan perilaku SR sejak lima tahun terakhir.

"SR orangnya pendiam, akhir-akhir ini punya banyak temen Kenteng, lima tahun terakhir ini," jelasnya.

Dia menambahkan, SR masih saling menyapa dengan tetangganya sebelum ditangkap.

"Sebelum salat zuhur dia momong anaknya di depan rumahnya, tapi dasarnya pak SR orangnya pendiam," terangnya.

Usai penangkapan, SR dibawa ke Polsek Mojolaban, dan seterusnya dibawa ke Semarang.

Share on Google Plus

About Anastasia

0 comments:

Posting Komentar