Usaha Kebun Sawit Jadi Modal Teroris JI Ada di Sumatera dan Kalimantan

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (4/7).

AGEN BOLADensus 88 mengamankan seorang pria berinisial SA di Magetan, Jawa Timur, Rabu (4/7). Ia diduga memiliki peran penting dalam jaringan terorisme Jamaah Islamiyah (JI) dan bagian dari lima tersangka terorisme yang ditangkap di beberapa wilayah di Indonesia. Salah satunya pentolan JI, Para Wijayanto.

“Teroris di Magetan sedang didalami. Ini kaitannya dengan pengungkapan lima tersangka kelompok JI dengan akirnya yang ditangkap di Bogor kemarin. Ini masih ada kaitannya dengan itu. Masih kita dalami perannya, perannya dia cukup penting di dalam organisasi JI,” kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (4/7).

Sebelumnya Densus menangkap 5 teroris Para Wijayanto, MY, BS, A, dan BT. Mereka ditangkap dalam kurun waktu 29-30 Juni 2019.

Ilustrasi Teroris

Dedi mengatakan JI kini tengah membangun kekuatan ekonominya melalui bisnis perkebunan sawit. Bisnis itu untuk membangun negara khilafah di Indonesia.

“Basic ekonomi yang dia bangun dia mengembangkan kebun sawit. Ini yang sedang didalami,” kata Dedi.

Dedi tidak menjelaskan berapa banyak perkebunan sawit yang dimiliki JI. Pun begitu dengan nama perusahaannya. Ia hanya mengatakan ada di beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan.

“Ada di beberapa titik di Sumatera, di Kalimantan sedang didalami. Salah satu yang ditangkap di Jatim itu tokoh penting di jaringan JI. Nanti akan disampaikan perannya,” kata Dedi.

Dedi berjanji jika penyelidikan terkait jaringan JI sudah selesai, Polri akan menyampaikan semuanya ke publik. Termasuk peran SA dan cara JI mengembangkan kekuatan ekonominya.

“Yang jelas dia ada keterkaitannya dengan itu. Nanti akan kita sampaikan perannya dia, bagaimana dia mengembangkan basic ekonominya,” tutup Dedi.

Pada 2007, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan JI adalah organisasi terlarang. Namun setelah itu, organisasi tersebut terus bermetamorfosa menjadi jaringan terorisme di Indonesia.

Share on Google Plus

About Anastasia

0 comments:

Posting Komentar